Langsung ke konten utama

Inginku

Pas zaman eSeMA


Aku ingin seperti bintang
yang tak bosan memberikan cahaya

Aku ingin seperti dandelion
yang terlihat rapuh
namun ternyata menyimpan begitu banyak kekuatan

Aku ingin seperti tulip
yang memberikan kesejukan
tatkala orang-orang memandangnya

Aku ingin seperti pohon baobab
yang tumbuh kokoh

Namun, terkadang aku ingin menjadi diri sendiri
tanpa harus berubah menjadi siapapun dan apapun

Aku ingin jadi diriku sendiri
melakukan yang terbaik dalam  hidup,
semampuku ...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bayang

Khayalku terbang Menembus tinggi Selaksa kenang Memapah hati menuju bayang Andai hati tak terpaut Pada bayang tak menyahut Jengah, melagu gundah Meraba hati yang t'lah patah Tak kuasa berpaling Pada bayang lain Tak mudah Melihat ia tanpa netra Bolehkah rindu ini kusimpan? Untukmu bayang tak terjelang ...

Kunti Ngesot

PARADE HOROR KOMEDI Judul : Kunti Ngesot Oleh : Aslan Yakuza dan Ayu Anisa Agislam Kunti Larasati adalah salah satu penghuni Makam Ketjeh yang paling modis dan gaul. Segala apapun yang dikenakan tak pernah ketinggalan zaman alias selalu up to date. Rambutnya direbonding dan dicat warna pirang. Selain itu, dia sangat mengidolakan Selena Gomez. Sampai-sampai dia mengubah nama belakangnya menjadi Kunti Gomez. Biar nge-hits, katanya. Tak ayal lagi, Kunti Gomez menjadi sangat terkenal di seantero Makam Ketjeh. Suatu hari, Oom Pong ayah Kunti Gomez-nama asli Gendengrupong, tapi orang-orang sering memanggilnya Oom Pong. Selain itu dia juga menjabat sebagai ketua RT Makam Ketjeh-membelikan Kunti Gomez sebuah Iphone keluaran terbaru. Dia sangat senang dengan hadiah yang dibelikan ayahnya, sampai-sampai Ipone itu tak pernah lepas darinya. Segala macam jejaring sosial pun didaftarinya. Dan hampir setiap saat selalu meng-update atau meng-upload foto selfienya. *** Hari ini Nyai Lampir ke...

Janji

Jika janji adalah bukti Maka izinkanlah aku Memberi selaksa janji 'Tuk tak akan menduakanMu Jika nanti janji itu patah Beri aku kesempatan Aku tahu Aku tak berhak Namun kuidam hati bersih tak bercelak Biar tak ada sesal, kelak Jika nanti janjiku karam Menyisakan hati yang temaram Eratkan ia di tanganMu Agar kembali utuh, dan semakin kukuh di titian malamMu Biar tak lagi karam Meski harus menghadap gelombang