Langsung ke konten utama

Catatan Akhir

Tuan Kancing, apa kau pernah menyukai seseorang yang belum pernah kau temui?
Apa pernah merindukan seseorang yang belum kau kenal?
Aku rasa terlalu naif jika kau berkata tidak.
Karena itu yang sedang aku rasakan.
 
Beberapa orang bertanya padaku :
 
Kenapa bisa suka?
Bukannya belum lihat wajahnya!
Kok bisa sih?!

Atau sederet pertanyaan-pertanyaan lainnya.
 
Dan aku, dengan lugunya menjawab :
 
Lalu, bagaimana dengan si buta?
 
Hmmm, semua ini membuatku jengah.
Seringnya sakit hati karena melihat dia bercanda-tawa dengan wanita lain.
Tapi siapalah aku?
 
***
 
Tuan Kancing, hari ini adalah hari terakhirku bersamanya.
Setelah  bersama-sama membuat suatu cerita, kuputuskan untuk tidak lagi berhubungan dengannya.
Bukan karena aku benci, bukan. Akhir-akhir ini aku sadar, ternyata aku begitu berlebihan. Tak seharusnya seperti ini, bukan?
Berkali-kali dihadapkan pada kenyataan, namun aku selalu mengelak.
 
Aku merasa bodoh.
Awalnya, aku hanya ingin menjadi seseorang yang menyukainya dari jauh. Tapi dengan bodohnya, kuungkap segala rasa yang terbendung di relung hati.
 
Tak seharusnya seperti ini, bukan?
 
Dan kurasa cukup, Tuan Kancing.
Sampai di sini saja "rasa" itu ada ... Tak akan kuteruskan ...

 
Terima kasih untukmu ...


 
Catatan terakhir tentangnya ... 
 
 
Ay

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bayang

Khayalku terbang Menembus tinggi Selaksa kenang Memapah hati menuju bayang Andai hati tak terpaut Pada bayang tak menyahut Jengah, melagu gundah Meraba hati yang t'lah patah Tak kuasa berpaling Pada bayang lain Tak mudah Melihat ia tanpa netra Bolehkah rindu ini kusimpan? Untukmu bayang tak terjelang ...

Gara - Gara Bokek

Oleh: Ayu Anisa Agislam (Kupink-Kunti Pink) dan Siti Atiyah Nurfadhillah (Dedemit Kece) Kreeekk! Dia hanya cengok melihat lemari persediaan makanannya melompong. Yang tersisa di sana hanya tinggal terigu, tapioka, gula, dan minyak sayur saja. Dia pun merogoh dompet di saku baju yang dipakainya ... Gleek! Ditelannya ludah yang terasa mengganjal di tenggorokan, hanya tersisa e-KTD (Kartu Tanda Demit) dan ..., "Tunggu ..., apaan tu yang nyempil?" batinnya, "Jangan-jangan dollar hihi ..." ditariknya kertas yang tersangkut di salah satu celah dompet itu. "Heee ... Dollar apaan, ini sih tagihan utang di warung mpok Sundel." Dengusnya kesal. Dia mulai garuk-garuk kepala. Ingin rasanya membangunkan Kupink--teman satu kost--tapi tak tega. "Tuk! Tuk! Tuk! Mikir dong, Mit ..., mikir!" Dia mengetuk-ngetuk kepalanya. "Ngapain Mit noyor-noyor kepala sendiri?" Tiba-tiba Si Tuyul datang. "Eeh, ngapain lu di sini, Yul?!" Tanya d...

Kunti Ngesot

PARADE HOROR KOMEDI Judul : Kunti Ngesot Oleh : Aslan Yakuza dan Ayu Anisa Agislam Kunti Larasati adalah salah satu penghuni Makam Ketjeh yang paling modis dan gaul. Segala apapun yang dikenakan tak pernah ketinggalan zaman alias selalu up to date. Rambutnya direbonding dan dicat warna pirang. Selain itu, dia sangat mengidolakan Selena Gomez. Sampai-sampai dia mengubah nama belakangnya menjadi Kunti Gomez. Biar nge-hits, katanya. Tak ayal lagi, Kunti Gomez menjadi sangat terkenal di seantero Makam Ketjeh. Suatu hari, Oom Pong ayah Kunti Gomez-nama asli Gendengrupong, tapi orang-orang sering memanggilnya Oom Pong. Selain itu dia juga menjabat sebagai ketua RT Makam Ketjeh-membelikan Kunti Gomez sebuah Iphone keluaran terbaru. Dia sangat senang dengan hadiah yang dibelikan ayahnya, sampai-sampai Ipone itu tak pernah lepas darinya. Segala macam jejaring sosial pun didaftarinya. Dan hampir setiap saat selalu meng-update atau meng-upload foto selfienya. *** Hari ini Nyai Lampir ke...