Tuan Kancing, apa kau pernah menyukai seseorang yang belum pernah kau temui?
Apa pernah merindukan seseorang yang belum kau kenal?
Aku rasa terlalu naif jika kau berkata tidak.
Karena itu yang sedang aku rasakan.
Beberapa orang bertanya padaku :
Kenapa bisa suka?
Bukannya belum lihat wajahnya!
Kok bisa sih?!
Atau sederet pertanyaan-pertanyaan lainnya.
Atau sederet pertanyaan-pertanyaan lainnya.
Dan aku, dengan lugunya menjawab :
Lalu, bagaimana dengan si buta?
Hmmm, semua ini membuatku jengah.
Seringnya sakit hati karena melihat dia bercanda-tawa dengan wanita lain.
Tapi siapalah aku?
***
Tuan Kancing, hari ini adalah hari terakhirku bersamanya.
Setelah bersama-sama membuat suatu cerita, kuputuskan untuk tidak lagi berhubungan dengannya.
Bukan karena aku benci, bukan. Akhir-akhir ini aku sadar, ternyata aku begitu berlebihan. Tak seharusnya seperti ini, bukan?
Berkali-kali dihadapkan pada kenyataan, namun aku selalu mengelak.
Aku merasa bodoh.
Awalnya, aku hanya ingin menjadi seseorang yang menyukainya dari jauh. Tapi dengan bodohnya, kuungkap segala rasa yang terbendung di relung hati.
Tak seharusnya seperti ini, bukan?
Dan kurasa cukup, Tuan Kancing.
Sampai di sini saja "rasa" itu ada ... Tak akan kuteruskan ...
Terima kasih untukmu ...
Catatan terakhir tentangnya ...
Ay
Komentar
Posting Komentar