Langsung ke konten utama

Ayah Dalam Diam

 Sang Pemilik nyawa
 Bawa pulang satu nama
 Merenggut
 Jiwa ikhlas berpulang
 
 Tangis memecah sunyi
 Do'a tanpa henti
 Berharap sang jiwa
 Tenang dalam mati
 
 Bisu, pucat pasi
 Nadi terhenti
 Diselimuti kidung hitam
 Lumpuh di peraduan
 
 Memutar kenangan
 saat-saat terindah
 Lewatkan waktu
 bersama
 Hadirkan bayang
 Tak lelah dengar rintihan
 
 Marahmu,
 Kasih tulusmu
 Diammu,
 Rasukan gundah di kalbu
 
 Ayah,
 kucinta, namun tak kuungkapkan
 Malu, enggan
 Adalah penghalang
 Diam, pahami
 adalah nyataku
 
 Perih,
 relakanmu berbalut kafan tak bercelak
 Lunglai, rubuh
 Gerimis menghujam
 Nanar, basahi jiwa
 melepuh, luruh
 
 Siap bertahan
 Menikmati rindu yang menerjang
 Siap tegar
 Melewati waktu
 tanpa sang imam
 
 Tentang rasa tak terungkap
 Semakin menggenang
 teruntuk raga terlelap
 Perlahan melepas
 Raga tak lagi bernyawa
 
 Pergilah
 Kularungkan bermilyar do'a
 Kuikhlaskan di sisi terbaik-Nya
 Harapku

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bayang

Khayalku terbang Menembus tinggi Selaksa kenang Memapah hati menuju bayang Andai hati tak terpaut Pada bayang tak menyahut Jengah, melagu gundah Meraba hati yang t'lah patah Tak kuasa berpaling Pada bayang lain Tak mudah Melihat ia tanpa netra Bolehkah rindu ini kusimpan? Untukmu bayang tak terjelang ...

Gara - Gara Bokek

Oleh: Ayu Anisa Agislam (Kupink-Kunti Pink) dan Siti Atiyah Nurfadhillah (Dedemit Kece) Kreeekk! Dia hanya cengok melihat lemari persediaan makanannya melompong. Yang tersisa di sana hanya tinggal terigu, tapioka, gula, dan minyak sayur saja. Dia pun merogoh dompet di saku baju yang dipakainya ... Gleek! Ditelannya ludah yang terasa mengganjal di tenggorokan, hanya tersisa e-KTD (Kartu Tanda Demit) dan ..., "Tunggu ..., apaan tu yang nyempil?" batinnya, "Jangan-jangan dollar hihi ..." ditariknya kertas yang tersangkut di salah satu celah dompet itu. "Heee ... Dollar apaan, ini sih tagihan utang di warung mpok Sundel." Dengusnya kesal. Dia mulai garuk-garuk kepala. Ingin rasanya membangunkan Kupink--teman satu kost--tapi tak tega. "Tuk! Tuk! Tuk! Mikir dong, Mit ..., mikir!" Dia mengetuk-ngetuk kepalanya. "Ngapain Mit noyor-noyor kepala sendiri?" Tiba-tiba Si Tuyul datang. "Eeh, ngapain lu di sini, Yul?!" Tanya d...

Kunti Ngesot

PARADE HOROR KOMEDI Judul : Kunti Ngesot Oleh : Aslan Yakuza dan Ayu Anisa Agislam Kunti Larasati adalah salah satu penghuni Makam Ketjeh yang paling modis dan gaul. Segala apapun yang dikenakan tak pernah ketinggalan zaman alias selalu up to date. Rambutnya direbonding dan dicat warna pirang. Selain itu, dia sangat mengidolakan Selena Gomez. Sampai-sampai dia mengubah nama belakangnya menjadi Kunti Gomez. Biar nge-hits, katanya. Tak ayal lagi, Kunti Gomez menjadi sangat terkenal di seantero Makam Ketjeh. Suatu hari, Oom Pong ayah Kunti Gomez-nama asli Gendengrupong, tapi orang-orang sering memanggilnya Oom Pong. Selain itu dia juga menjabat sebagai ketua RT Makam Ketjeh-membelikan Kunti Gomez sebuah Iphone keluaran terbaru. Dia sangat senang dengan hadiah yang dibelikan ayahnya, sampai-sampai Ipone itu tak pernah lepas darinya. Segala macam jejaring sosial pun didaftarinya. Dan hampir setiap saat selalu meng-update atau meng-upload foto selfienya. *** Hari ini Nyai Lampir ke...