Langsung ke konten utama

Rindu

Ada yang menggumpal di sini
Tepat di sisi kiri raga ini
Bukan darah, pun bukan daging
Hanya segumpal rindu
yang entah sampai kapan kan membelenggu

Sepuluh tahun tak bersua
Rindui wajah sang purnama
Hanya desahan angin
Tak jua kian mampu obati jiwa yang mendingin

Entah pada kuncup keberapa
Kita bisa memandanginya bersama
Dan entah pada musim yang mana
Kita bisa bersua tanpa penghalang

Ma,
Andai aku mampu menyebrangi jarak
menghancurkan dinding penghalang
Akan kulakukan sejak engkau menghilang dari pandangan
'Kan kubawa engkau pulang
Bersama selaksa rindu yang tak henti menerjang

Ma,
Andai aku mampu bersahabat dengan takdir
Kurelai tunggu dengan ikhlas terukir

Ma,
Pada purnama keberapa lagi
kau 'kan kembali?
Tak rindu kah engkau pada mawar yang kian menghitam?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bayang

Khayalku terbang Menembus tinggi Selaksa kenang Memapah hati menuju bayang Andai hati tak terpaut Pada bayang tak menyahut Jengah, melagu gundah Meraba hati yang t'lah patah Tak kuasa berpaling Pada bayang lain Tak mudah Melihat ia tanpa netra Bolehkah rindu ini kusimpan? Untukmu bayang tak terjelang ...

Gara - Gara Bokek

Oleh: Ayu Anisa Agislam (Kupink-Kunti Pink) dan Siti Atiyah Nurfadhillah (Dedemit Kece) Kreeekk! Dia hanya cengok melihat lemari persediaan makanannya melompong. Yang tersisa di sana hanya tinggal terigu, tapioka, gula, dan minyak sayur saja. Dia pun merogoh dompet di saku baju yang dipakainya ... Gleek! Ditelannya ludah yang terasa mengganjal di tenggorokan, hanya tersisa e-KTD (Kartu Tanda Demit) dan ..., "Tunggu ..., apaan tu yang nyempil?" batinnya, "Jangan-jangan dollar hihi ..." ditariknya kertas yang tersangkut di salah satu celah dompet itu. "Heee ... Dollar apaan, ini sih tagihan utang di warung mpok Sundel." Dengusnya kesal. Dia mulai garuk-garuk kepala. Ingin rasanya membangunkan Kupink--teman satu kost--tapi tak tega. "Tuk! Tuk! Tuk! Mikir dong, Mit ..., mikir!" Dia mengetuk-ngetuk kepalanya. "Ngapain Mit noyor-noyor kepala sendiri?" Tiba-tiba Si Tuyul datang. "Eeh, ngapain lu di sini, Yul?!" Tanya d...

Kunti Ngesot

PARADE HOROR KOMEDI Judul : Kunti Ngesot Oleh : Aslan Yakuza dan Ayu Anisa Agislam Kunti Larasati adalah salah satu penghuni Makam Ketjeh yang paling modis dan gaul. Segala apapun yang dikenakan tak pernah ketinggalan zaman alias selalu up to date. Rambutnya direbonding dan dicat warna pirang. Selain itu, dia sangat mengidolakan Selena Gomez. Sampai-sampai dia mengubah nama belakangnya menjadi Kunti Gomez. Biar nge-hits, katanya. Tak ayal lagi, Kunti Gomez menjadi sangat terkenal di seantero Makam Ketjeh. Suatu hari, Oom Pong ayah Kunti Gomez-nama asli Gendengrupong, tapi orang-orang sering memanggilnya Oom Pong. Selain itu dia juga menjabat sebagai ketua RT Makam Ketjeh-membelikan Kunti Gomez sebuah Iphone keluaran terbaru. Dia sangat senang dengan hadiah yang dibelikan ayahnya, sampai-sampai Ipone itu tak pernah lepas darinya. Segala macam jejaring sosial pun didaftarinya. Dan hampir setiap saat selalu meng-update atau meng-upload foto selfienya. *** Hari ini Nyai Lampir ke...