Malam ini aku tidur sendiri. Teman sekamar kostku pulang ke rumahnya siang tadi.
Kulirik jam dinding, tepat pukul setengah sebelas. Rasa kantuk pun sudah tak tertahan, tapi tugas-tugas kuliah ini tak bisa ditinggalkan.
Hawa dingin menusuk kulit, padahal jendela dan pintu kamar sudah tertutup. Aku merasa ada yang memperhatikanku, tapi tak ada siapa-siapa lagi di kamar ini.
Tiba-tiba lampu kamar mati. Anehnya, laptop yang sedang kupakai pun ikut mati.
Tak bisa dielakkan, aku takut. Hujan yang deras dengan suasana gelap semakin terasa mencekam.
Lalu kucari handphone yang tadi tergeletak di dekat buku-buku kuliah, namun tak ada.
Kuraba benda-benda di sekitar laptop.
Deg ...
Aku menyentuh sesuatu yang asing, seperti jari manusia. Jantungku semakin berdetak cepat.
Ini tangan, batinku ketakutan.
Beberapa detik kemudian lampu menyala. Kulihat sosok wanita berpakaian putih dengan wajah menyeramkan tersenyum menyeringai, sorot matanya tajam menatapku. Aku berteriak sekencang-kencangnya.
Wanita itu tertawa, "Aku akan menemuimu," desisnya sambil berlalu dan menghilang di balik tembok kamar itu..
Kulirik jam dinding, tepat pukul setengah sebelas. Rasa kantuk pun sudah tak tertahan, tapi tugas-tugas kuliah ini tak bisa ditinggalkan.
Hawa dingin menusuk kulit, padahal jendela dan pintu kamar sudah tertutup. Aku merasa ada yang memperhatikanku, tapi tak ada siapa-siapa lagi di kamar ini.
Tiba-tiba lampu kamar mati. Anehnya, laptop yang sedang kupakai pun ikut mati.
Tak bisa dielakkan, aku takut. Hujan yang deras dengan suasana gelap semakin terasa mencekam.
Lalu kucari handphone yang tadi tergeletak di dekat buku-buku kuliah, namun tak ada.
Kuraba benda-benda di sekitar laptop.
Deg ...
Aku menyentuh sesuatu yang asing, seperti jari manusia. Jantungku semakin berdetak cepat.
Ini tangan, batinku ketakutan.
Beberapa detik kemudian lampu menyala. Kulihat sosok wanita berpakaian putih dengan wajah menyeramkan tersenyum menyeringai, sorot matanya tajam menatapku. Aku berteriak sekencang-kencangnya.
Wanita itu tertawa, "Aku akan menemuimu," desisnya sambil berlalu dan menghilang di balik tembok kamar itu..
Komentar
Posting Komentar