Aku sakit, teriakmu.
Aku tak mampu, keluhmu.
Jika kau tanya kenapa aku masih bertahan sampai sekarang, jawabannya adalah kau.
Kau sakit, percayalah aku pun merasa sakit.
Namun aku hanya dapat mengurangi rasa sakitmu, bukan menyembuhkanmu.
Kau tak mampu. Dengarlah, aku pun sama.
Kita ini satu.
Kau dan aku melebur dalam jiwa yang satu.
Kuatlah, karena aku percaya bahwa kau bisa.
Percayalah pada-Nya, karena aku yakin Dialah yang akan menyembuhkanmu.
Kuatlah jiwa, dunia tak membutuhkan orang lemah sepertimu.
Kuatlah, aku tahu kau mampu berdiri di atas kakimu sendiri..
Aku tak mampu, keluhmu.
Jika kau tanya kenapa aku masih bertahan sampai sekarang, jawabannya adalah kau.
Kau sakit, percayalah aku pun merasa sakit.
Namun aku hanya dapat mengurangi rasa sakitmu, bukan menyembuhkanmu.
Kau tak mampu. Dengarlah, aku pun sama.
Kita ini satu.
Kau dan aku melebur dalam jiwa yang satu.
Kuatlah, karena aku percaya bahwa kau bisa.
Percayalah pada-Nya, karena aku yakin Dialah yang akan menyembuhkanmu.
Kuatlah jiwa, dunia tak membutuhkan orang lemah sepertimu.
Kuatlah, aku tahu kau mampu berdiri di atas kakimu sendiri..
Komentar
Posting Komentar