Langsung ke konten utama

Satu Purnama

Renjana membelenggu
Memaksaku 'tuk slalu memikirkanmu
Sesak, penuhi relung jiwaku
Dan kau,
hanya diam,
terbujur kaku

Kini bagaimana dengan kenang?
Pergimu paksaku rindui bayang
Lalu, adakah yang tersisa dalam terang?
Jika hatiku tersita dalam hitam

O,
Tak mampu lagi kukenang
Tiap detik jam yang berlalu setahun silam

Izinkan aku melarung jingga
Menyusul ragamu
dalam satu purnama


Mawar Hitam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bayang

Khayalku terbang Menembus tinggi Selaksa kenang Memapah hati menuju bayang Andai hati tak terpaut Pada bayang tak menyahut Jengah, melagu gundah Meraba hati yang t'lah patah Tak kuasa berpaling Pada bayang lain Tak mudah Melihat ia tanpa netra Bolehkah rindu ini kusimpan? Untukmu bayang tak terjelang ...

Kunti Ngesot

PARADE HOROR KOMEDI Judul : Kunti Ngesot Oleh : Aslan Yakuza dan Ayu Anisa Agislam Kunti Larasati adalah salah satu penghuni Makam Ketjeh yang paling modis dan gaul. Segala apapun yang dikenakan tak pernah ketinggalan zaman alias selalu up to date. Rambutnya direbonding dan dicat warna pirang. Selain itu, dia sangat mengidolakan Selena Gomez. Sampai-sampai dia mengubah nama belakangnya menjadi Kunti Gomez. Biar nge-hits, katanya. Tak ayal lagi, Kunti Gomez menjadi sangat terkenal di seantero Makam Ketjeh. Suatu hari, Oom Pong ayah Kunti Gomez-nama asli Gendengrupong, tapi orang-orang sering memanggilnya Oom Pong. Selain itu dia juga menjabat sebagai ketua RT Makam Ketjeh-membelikan Kunti Gomez sebuah Iphone keluaran terbaru. Dia sangat senang dengan hadiah yang dibelikan ayahnya, sampai-sampai Ipone itu tak pernah lepas darinya. Segala macam jejaring sosial pun didaftarinya. Dan hampir setiap saat selalu meng-update atau meng-upload foto selfienya. *** Hari ini Nyai Lampir ke...

Janji

Jika janji adalah bukti Maka izinkanlah aku Memberi selaksa janji 'Tuk tak akan menduakanMu Jika nanti janji itu patah Beri aku kesempatan Aku tahu Aku tak berhak Namun kuidam hati bersih tak bercelak Biar tak ada sesal, kelak Jika nanti janjiku karam Menyisakan hati yang temaram Eratkan ia di tanganMu Agar kembali utuh, dan semakin kukuh di titian malamMu Biar tak lagi karam Meski harus menghadap gelombang