E-mail ke 125
To : Tuan Cokelat
Subject : -
Apa kabar, Tuan Cokelat? Sudah hampir setengah tahun kita tak bersua. Sedang apa kau di sana? Emmm. Mungkin kau terlalu sibuk dengan urusanmu.
Aku masih setia menunggu cerita-cerita menarikmu.
Aku mohon balas pesanku.
E-mail ke 126
Hai, Tuan Cokelat. Hari ini sungguh melelahkan, aku harus memindahkan barang-barang yang sudah tak terpakai. Ibu juga menyuruhku untuk mengganti rak buku yang sudah penuh digerogoti rayap. Sedang apa kau, Tuan Cokelat?
E-mail ke 130
Ke mana kau sebenarnya, Tuan Cokelat? Aku sungguh sangat merindukanmu. Aku tak tahu bagaimana keadaanmu. Jika kau membaca pesan ini, balaslah. Meski hanya sepatah kata pun. Aku rindu.
Sent
Tingtung
130 new messages
Ladycandy
Komentar
Posting Komentar